VANCOUVER, KANADA — Para ilmuwan di University of British Columbia telah menumbuhkan sepasang pembuluh darah manusia untuk pertama kalinya.

Para ilmuwan menggunakan sel induk untuk menumbuhkan organoid dalam cawan petri, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature.

Organoid kemudian ditanam pada tikus dan memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih dari 95 persen.

Para peneliti mengamati bahwa organoid telah berkembang menjadi pembuluh darah manusia dengan arteri dan kapiler setelah enam bulan.

Tim peneliti dari UBC menggunakan teknik yang sama untuk mempelajari dampak diabetes pada pembuluh darah yang tumbuh di laboratorium ini, menurut New Atlas.

Diabetes menyebabkan membran yang mengelilingi pembuluh darah membesar dan menurunkan jumlah oksigen dan nutrisi yang dikirim ke sel dan jaringan.

Ini pada gilirannya meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti serangan jantung, gagal ginjal, dan kebutaan.

Para peneliti menemukan bahwa tidak ada obat anti-diabetes saat ini membantu menyembuhkan pembuluh darah yang cacat.

Namun, mereka menemukan inhibitor enzim yang dapat membantu mencegah membran berkembang.

“Penemuan ini bisa bermanfaat dalam mengobati diabetes di masa depan.

Para peneliti mengatakan pembuluh darah yang tumbuh di laboratorium dapat membantu dalam menemukan perawatan dan menentukan penyebab berbagai penyakit pembuluh darah seperti penyakit Alzheimer, masalah penyembuhan luka, dan diabetes.

SOURCES: New Atlas, University of British Columbia news release, Nature Journal,
https://newatlas.com/stem-cells-blood-vessels/58095/
https://news.ubc.ca/2019/01/16/scientists-grow-perfect-human-blood-vessels-in-a-petri-dish/
https://www.nature.com/articles/s41586-018-0858-8

Leave a Reply

Your email address will not be published.